Logo Bola
Daftar Komentator
Logo Bola Live Skor

Liga Super Tiongkok – Top 12 Bintang Kelas Dunia yang Pernah Bermain

28/02/26 17:04

Selain liga-liga elite Eropa, kawasan Asia juga memiliki kompetisi bergengsi dengan daya saing tinggi. Salah satu yang paling menonjol adalah Liga Super Tiongkok, kompetisi profesional tertinggi dalam sistem sepak bola Tiongkok.

Liga Super Tiongkok bukan hanya ajang perebutan gelar juara nasional, tetapi juga panggung bagi banyak pemain internasional ternama. Dalam beberapa tahun terakhir, liga ini berkembang pesat berkat investasi besar, infrastruktur modern, serta strategi komersial yang agresif. Tidak heran jika Liga Super Tiongkok sempat menjadi sorotan dunia dan menarik perhatian media global. Di bawah ini, jadwal bola menyediakan daftar nama-nama besar yang telah bermain di Liga Super Tiongkok dan meninggalkan jejak unik dalam sejarah liga.

Oscar

Oscar membantu Shanghai SIPG finis sebagai runner-up di Liga Super Tiongkok musim 2017.

Gelandang asal Brasil tersebut bergabung pada tahun 2017 dengan nilai transfer fantastis. Sejak kedatangannya, ia langsung menjadi playmaker utama dan motor serangan tim. Kontribusinya dalam menciptakan peluang, memberikan assist, hingga mencetak gol membuat namanya identik dengan era kejayaan klub di Liga Super Tiongkok.

Selama lebih dari lima musim bermain di Tiongkok, Oscar dikenal sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Asia. Nilai pasarnya pun sempat menjadi yang tertinggi di kompetisi ini. Kehadirannya membuktikan bahwa Liga Super Tiongkok mampu bersaing dalam menarik pemain kelas dunia.

Oscar

Oscar

Aaron Mooy

Aaron Mooy pernah merasakan atmosfer Premier League bersama Huddersfield Town dan Brighton sebelum akhirnya bergabung dengan Shanghai Port pada 2020.

Xem thêm:  9 Bek Liverpool Terbaik dalam Sejarah Klub Era Premier League

Di Liga Super Tiongkok, gelandang asal Australia ini tampil selama dua musim dengan kontribusi enam gol dari 31 pertandingan. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan dan distribusi bola memberikan keseimbangan di lini tengah.

Pengalaman internasional yang dimiliki Mooy turut meningkatkan kualitas kompetitif Liga Super Tiongkok, terutama dalam aspek taktik dan organisasi permainan.

Marouane Fellaini

Marouane Fellaini, mantan gelandang Manchester United asal Belgia, resmi bergabung dengan Shandong Luneng pada Januari 2019.

Pada musim pertamanya di Liga Super Tiongkok, ia langsung mencetak 13 gol dan menjadi pemain kunci dalam membantu timnya bersaing di papan atas klasemen. Postur tubuh tinggi dan kemampuan duel udara membuatnya sangat dominan di lini tengah.

Fellaini bahkan mengakui bahwa Liga Super Tiongkok merupakan kompetisi yang keras dan menguras fisik, dengan intensitas pertandingan yang tinggi sepanjang laga.

Li Ke

Li Ke, yang juga dikenal sebagai Nico Yennaris, pernah memperkuat Arsenal dan Brentford sebelum berkarier di Tiongkok.

Sejak bergabung dengan Beijing Guoan pada 2019, ia menjadi salah satu pemain naturalisasi yang memperkuat tim nasional Tiongkok. Di Liga Super Tiongkok, Li Ke dikenal sebagai gelandang serbabisa yang disiplin dan memiliki etos kerja tinggi.

Kehadirannya menunjukkan bagaimana Liga Super Tiongkok berupaya meningkatkan kualitas melalui program naturalisasi dan pembinaan pemain.

Jiang Guangtai

Jiang Guangtai pernah memperkuat tim muda Inggris sebelum akhirnya memilih berkarier di Tiongkok bersama Guangzhou FC pada 2019.

Di Liga Super Tiongkok, ia menjadi andalan di lini belakang dengan kemampuan membaca permainan dan duel satu lawan satu yang solid.

Nilai transfer dan performanya menjadikannya salah satu bek paling diperhitungkan dalam kompetisi Liga Super Tiongkok.

Xem thêm:  Mengenal Kota Manchester: Rumah Bagi Manchester City & MU

Paulinho

Paulinho bergabung dengan Guangzhou Evergrande pada 2015 setelah sebelumnya bermain di Premier League.

Bersama klub tersebut, ia berhasil meraih dua gelar juara Liga Super Tiongkok dan tampil hampir 100 kali. Gaya bermainnya yang dinamis sebagai gelandang box-to-box membuatnya sangat berpengaruh dalam kesuksesan tim.

Kontribusi Paulinho memperkuat reputasi Liga Super Tiongkok sebagai kompetisi yang mampu menghadirkan pemain berkualitas tinggi.

Mousa Dembele

Mousa Dembele memutuskan bergabung dengan Guangzhou R&F pada 2019 setelah menjadi pilar penting Tottenham Hotspur.

Di Liga Super Tiongkok, ia mencatatkan satu gol dan lima assist dalam 47 pertandingan. Meski tidak terlalu produktif secara statistik, pengalaman dan visinya memberikan dampak besar terhadap stabilitas tim.

Keputusan Dembele pindah ke Asia memperlihatkan daya tarik finansial dan profesional dari Liga Super Tiongkok.

Alex Teixeira

Alex Teixeira menolak tawaran Liverpool demi bergabung dengan Jiangsu Suning pada 2016.

Selama bermain di Liga Super Tiongkok, ia mencetak lebih dari 40 gol dan memberikan puluhan assist. Kecepatan, teknik individu, serta naluri mencetak gol menjadikannya salah satu pemain asing paling sukses di kompetisi ini.

Performa gemilangnya menjadi bukti bahwa Liga Super Tiongkok mampu menjadi panggung bagi pemain untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka.

Alex Teixeira

Alex Teixeira

Odion Ighalo

Odion Ighalo bergabung dengan Shanghai Shenhua pada 2017 dan langsung tampil tajam.

Di Liga Super Tiongkok, ia mencetak 10 gol dalam 17 laga, performa yang membuatnya kembali ke Eropa bersama Manchester United dengan status pinjaman.

Kisah Ighalo memperlihatkan bahwa Liga Super Tiongkok dapat menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan karier seorang pemain profesional.

Carlos Tevez

Carlos Tevez bergabung dengan Shanghai Shenhua pada 2016 saat usianya 32 tahun.

Xem thêm:  Hasil: El Pulga: Arti dan Asal-usul Julukan Ikonik Lionel Messi

Meski datang dengan reputasi besar, performanya di Liga Super Tiongkok tidak berjalan sesuai ekspektasi. Adaptasi menjadi tantangan besar baginya.

Pengalaman Tevez menunjukkan bahwa kompetisi Liga Super Tiongkok memiliki tantangan unik yang tidak selalu mudah ditaklukkan.

Ramires

Ramires menandatangani kontrak besar bersama Jiangsu Suning pada 2016.

Namun performanya di Liga Super Tiongkok tidak sesuai harapan. Setelah jarang mendapat kesempatan bermain, kontraknya akhirnya dihentikan.

Kasus ini menjadi gambaran bahwa persaingan di Liga Super Tiongkok tetap ketat meski dihuni pemain bintang.

Jackson Martinez

Jackson Martinez bergabung dengan Guangzhou Evergrande dengan nilai transfer tinggi pada 2016.

Ekspektasi besar mengiringi kedatangannya ke Liga Super Tiongkok, namun performanya tidak sesuai harapan dan ia hanya mencetak beberapa gol sebelum dipinjamkan.

Kisahnya menjadi pelajaran bahwa tekanan dan adaptasi di Liga Super Tiongkok memerlukan kesiapan fisik serta mental yang kuat.

Jackson Martinez

Jackson Martinez

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Liga Super Tiongkok pernah menjadi magnet bagi banyak pemain top dunia. Kompetisi ini berkembang pesat, menghadirkan atmosfer kompetitif, investasi besar, serta perhatian internasional.

Meskipun sebagian pemain datang di fase akhir karier, kontribusi mereka tetap memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan Liga Super Tiongkok dan popularitas sepak bola Asia secara keseluruhan.

Bagi para pencinta sepak bola, mengikuti dinamika dan transformasi Liga Super Tiongkok tentu menjadi pengalaman menarik yang sarat cerita dan sejarah.

Warna Jersey Tim Nasional Jerman, Prestasi dan Sejarah Tim