04/03/26 21:22
Bagi pecinta sepak bola modern, pertanyaan Apa itu VAR sudah bukan hal asing lagi. Teknologi ini hampir selalu hadir dalam kompetisi elite seperti liga top Eropa hingga turnamen internasional. Meski sering disebut dan diperbincangkan, ternyata masih banyak orang yang belum benar-benar memahami secara menyeluruh Apa itu VAR, bagaimana sistemnya bekerja, serta dalam situasi apa saja teknologi ini digunakan. Dalam artikel ini, jadwal bola akan membahas secara detail definisi, sejarah, fungsi, dan perkembangan terbaru tentang teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Untuk memahami Apa itu VAR, kita perlu mengetahui kepanjangannya terlebih dahulu. VAR adalah singkatan dari Video Assistant Referee, yaitu sistem bantuan wasit berbasis video yang dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam pertandingan sepak bola.
Secara sederhana, Apa itu VAR dapat diartikan sebagai teknologi yang memungkinkan wasit meninjau ulang insiden penting melalui tayangan ulang (replay) dari berbagai sudut kamera. Tujuannya adalah meminimalkan kesalahan keputusan (human error) dan meningkatkan fair play dalam pertandingan.
Dalam satu pertandingan resmi, sistem VAR didukung oleh minimal 33 kamera. Di antaranya terdapat:
Semua kamera ini ditempatkan untuk mengawasi area krusial seperti kotak penalti, garis gawang, dan garis offside. Dengan dukungan teknologi tersebut, wasit dapat menganalisis detail kecil yang sulit terlihat secara langsung.
Tak heran jika banyak pihak menyebut bahwa kehadiran VAR merupakan revolusi dalam dunia sepak bola modern.

Apa itu VAR?
Setelah memahami Apa itu VAR, pertanyaan berikutnya adalah kapan teknologi ini mulai diterapkan?
VAR secara resmi disetujui oleh IFAB (International Football Association Board) pada tahun 2016. Uji coba pertama dilakukan dalam kompetisi profesional di Amerika Serikat pada Agustus 2016.
Namun, momen paling bersejarah dalam perkembangan Apa itu VAR terjadi saat teknologi ini digunakan secara resmi di Piala Dunia 2018 di Rusia. FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia memberikan persetujuan penuh terhadap implementasi sistem ini.
Meski begitu, penggunaan VAR pada awalnya tidak lepas dari kontroversi. Beberapa keputusan dalam laga fase grup sempat menimbulkan perdebatan. Namun secara keseluruhan, teknologi ini terbukti membantu menyelesaikan banyak situasi krusial secara lebih adil.

Sejak Kapan Teknologi VAR Digunakan?
Selain memahami Apa itu VAR, penting juga mengetahui bahwa teknologi ini tidak digunakan untuk semua kejadian di lapangan. Berdasarkan regulasi FIFA, VAR hanya dapat digunakan dalam empat situasi utama:
Mari kita bahas lebih rinci.

Situasi Apa Saja yang Menggunakan VAR?
Salah satu fungsi utama dari Apa itu VAR adalah memverifikasi keabsahan gol. Dalam banyak kasus, gol sering diperdebatkan karena dugaan offside, handball, atau pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Melalui tayangan ulang dari berbagai sudut, tim VAR akan memeriksa proses terjadinya gol. Jika ditemukan pelanggaran seperti posisi offside tipis atau sentuhan tangan yang tidak terlihat jelas, wasit dapat membatalkan gol tersebut.
Teknologi ini membantu menciptakan keputusan yang lebih objektif, meskipun terkadang tetap menimbulkan perdebatan dari suporter.
Penalti adalah salah satu momen paling sensitif dalam sepak bola. Oleh karena itu, ketika membahas Apa itu VAR, intervensi dalam situasi penalti menjadi salah satu aspek terpenting.
Wasit dapat meminta bantuan VAR untuk memastikan:
Dengan adanya tayangan ulang gerak lambat, keputusan penalti menjadi lebih akurat dan mengurangi konflik antara pemain maupun pendukung kedua tim.
Situasi lain yang berkaitan dengan Apa itu VAR adalah pelanggaran yang berpotensi menghasilkan kartu merah langsung. Tindakan kekerasan, tekel berbahaya, atau sikutan sering kali terjadi sangat cepat sehingga sulit dinilai secara real-time.
VAR memungkinkan wasit melihat ulang insiden tersebut untuk memastikan apakah tindakan tersebut layak mendapat kartu merah. Namun perlu diketahui, VAR tidak digunakan untuk kartu kuning kedua. Sistem ini hanya berlaku untuk kartu merah langsung.
Kehadiran VAR dalam situasi ini membantu menjaga keselamatan pemain serta meningkatkan disiplin permainan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa wasit juga manusia yang bisa melakukan kesalahan. Inilah salah satu alasan utama mengapa banyak orang ingin memahami Apa itu VAR.
Teknologi ini dikembangkan untuk meminimalkan keputusan yang keliru, terutama dalam momen-momen penting. Wasit utama tetap memiliki otoritas penuh, tetapi mereka dapat mengubah keputusan setelah melihat monitor di pinggir lapangan.
Meski demikian, sebagian pihak berpendapat bahwa penggunaan VAR membuat pertandingan terasa lebih lambat karena adanya jeda peninjauan ulang. Namun mayoritas pengamat sepak bola menilai bahwa keadilan dalam pertandingan jauh lebih penting.
Perkembangan menarik lainnya terkait Apa itu VAR terlihat dalam Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada turnamen tersebut, FIFA meningkatkan kualitas teknologi dengan memasang minimal 42 kamera di setiap stadion. Delapan di antaranya merupakan kamera super slow motion dengan detail sangat tinggi.
Selain itu, diperkenalkan teknologi semi-automated offside. Sistem ini menggunakan sensor dan pelacakan posisi pemain secara real-time untuk menentukan offside dengan akurasi tinggi. Data tersebut kemudian dikirimkan ke ruang VAR untuk dianalisis lebih cepat.
Tim VAR sendiri terdiri dari delapan orang, termasuk empat ofisial utama dan empat asisten teknis. Mereka memiliki akses penuh ke seluruh sistem kamera dan data analitik pertandingan.
Inovasi ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang Apa itu VAR terus berkembang seiring kemajuan teknologi olahraga.

Apa yang Baru dari VAR di World Cup 2022?
Setelah membaca penjelasan panjang di atas, kini kamu tidak perlu lagi bertanya Apa itu VAR. VAR adalah sistem teknologi berbasis video yang membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat dalam situasi penting seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.
Apa itu pemain bertahan? 4+ posisi dalam pertahanan sepak bola