04/04/26 23:20
Isu krusial mengenai kebijakan fiskal kini tengah menghantam persiapan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Bolaliveskor memantau adanya potensi beban finansial yang membengkak bagi banyak negara peserta akibat regulasi pajak di Amerika Serikat. Kurangnya kesepakatan pembebasan pajak antara FIFA dan pemerintah AS menjadi pemicu utama kekhawatiran ini, terutama bagi federasi dengan anggaran terbatas yang harus menanggung biaya operasional lebih tinggi dari perkiraan awal.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi tim-tim yang telah memastikan diri lolos kualifikasi. Tanpa adanya intervensi dari FIFA, disparitas beban biaya antar negara peserta akan semakin lebar, menciptakan ketidakadilan ekonomi di panggung olahraga global.

Ketidaksetaraan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (DTA)
Hingga saat ini, regulasi yang berlaku menunjukkan adanya kesenjangan besar antar peserta. Dari total 48 tim yang akan berlaga, tercatat hanya 18 negara yang telah menandatangani Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (Double Taxation Agreement atau DTA) dengan Amerika Serikat. Hal ini memberikan keunggulan finansial bagi negara-negara tertentu karena mereka secara otomatis mendapatkan pembebasan pajak federal.
Negara-negara yang berada dalam “zona aman” ini mencakup tuan rumah bersama seperti Kanada dan Meksiko, serta mayoritas kekuatan besar sepak bola dari Eropa. Di sisi lain, FIFA menghadapi tantangan besar untuk menjembatani nasib 30 negara lainnya yang tidak memiliki payung hukum serupa, sehingga terancam terkena potongan pajak pendapatan yang signifikan selama masa turnamen.
Masalah ini menjadi sangat sensitif ketika kita melihat partisipan dari wilayah Karibia atau negara berkembang lainnya. Tim seperti Curacao atau Haiti diprediksi akan menanggung beban fiskal yang jauh lebih berat dibandingkan negara raksasa seperti Inggris, Prancis, atau Jerman yang sudah memiliki perjanjian DTA yang mapan dengan AS.
Sesuai dengan hukum domestik Amerika Serikat, setiap atlet profesional dianggap sebagai pekerja asing yang wajib menyetorkan pajak pendapatan atas kegiatan mereka di wilayah AS. Meskipun FIFA memiliki pengaruh global, aturan hukum nasional AS tetap menjadi prioritas. Menariknya, terdapat pengecualian bagi jajaran manajerial; pelatih kepala (seperti Thomas Tuchel di timnas Inggris) biasanya hanya dikenakan pajak di negara asal federasi tempat mereka terdaftar, bukan di lokasi pertandingan berlangsung.

Perbandingan Anggaran Operasional: Qatar vs Amerika Serikat
Selain masalah perpajakan, penurunan subsidi dari otoritas pusat sepak bola juga menjadi sorotan tajam. Anggaran operasional yang dialokasikan oleh FIFA untuk setiap anggota delegasi saat ini hanya dipatok pada angka 600 USD. Nilai ini merosot tajam sebesar 250 USD jika dibandingkan dengan turnamen edisi 2022 di Qatar.
Penurunan ini sangat kontras dengan realitas ekonomi di lapangan. Biaya hidup di kota-kota besar Amerika Serikat jauh lebih tinggi daripada di Doha. Sebagai perbandingan, pada edisi sebelumnya, Qatar menerapkan kebijakan pembebasan pajak menyeluruh bagi 32 tim peserta. Langkah FIFA yang gagal mengamankan konsesi serupa di Amerika Serikat dianggap sebagai kemunduran bagi keberlanjutan finansial federasi-federasi kecil.
Inggris berisiko kehilangan striker andalannya yang telah mencetak 75 gol
Pakar konsultasi pajak internasional, Oriani Morrison, menyatakan bahwa perbedaan beban biaya ini sangatlah masif. Tim-tim dari negara tanpa perjanjian pajak akan melihat anggaran mereka terkikis habis oleh kewajiban pajak federal yang besar. Hal ini bisa memengaruhi kualitas persiapan tim, mulai dari fasilitas latihan hingga akomodasi pemain.
Salah satu contoh kasus yang paling mencolok adalah situasi yang mungkin dihadapi oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Beliau berisiko terkena pajak ganda, baik di Brasil maupun di Amerika Serikat. Dengan tarif pajak federal tertinggi di AS yang mencapai angka 37%, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) kemungkinan besar harus turun tangan untuk menutupi selisih biaya tersebut agar tidak merugikan sang pelatih secara personal.

Keuntungan Bertanding di Kanada dan Meksiko
Di tengah kerumitan aturan di AS, pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Kanada dan Meksiko menawarkan sedikit ruang bernapas bagi para partisipan. Sebagai sesama tuan rumah, kedua negara ini telah berkomitmen untuk memberikan pembebasan pajak bagi seluruh federasi yang berpartisipasi di wilayah hukum mereka.
Strategi logistik FIFA dalam membagi jadwal pertandingan akan sangat menentukan seberapa besar beban finansial yang harus ditanggung sebuah tim. Federasi yang lebih banyak bermain di Meksiko atau Kanada dipastikan akan memiliki efisiensi anggaran yang lebih baik dibandingkan mereka yang menetap sepenuhnya di markas Amerika Serikat.
Turnamen akbar ini dijadwalkan akan dimulai pada 11.06 dengan laga pembuka yang ikonik di Mexico City. Namun, kehangatan pesta sepak bola ini sedikit meredup akibat bayang-bayang masalah fiskal yang belum terselesaikan. Banyak pihak berharap adanya langkah nyata dari FIFA untuk memberikan subsidi tambahan atau renegosiasi dengan otoritas AS guna melindungi integritas kompetisi.
Bagi negara-negara dengan kekuatan ekonomi kecil, ajang Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momentum kebangkitan dan keuntungan finansial, bukan justru menjadi beban utang akibat regulasi pajak yang rumit. Komunitas sepak bola global kini menunggu bagaimana badan pengatur sepak bola dunia ini menyeimbangkan kepentingan komersial dengan keadilan bagi seluruh anggotanya.
Mari bergabung bersama kami untuk update berita sepak bola terbaru và saksikan siaran langsung World Cup 2026 di bolaliveskor.