26/02/26 22:01
Dalam dinamika sepak bola modern yang semakin cepat dan taktis, peran gelandang bertahan menjadi pusat keseimbangan tim. Posisi ini sering disebut sebagai “jantung” atau “tulang punggung” dalam sebuah sistem permainan. Seorang gelandang bertahan tidak hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga mengatur tempo, menjaga transisi bertahan ke menyerang, serta mendistribusikan bola dengan akurat.
Peran gelandang bertahan semakin krusial dalam era taktik pressing tinggi, penguasaan bola (ball possession), serta permainan berbasis build-up dari lini belakang. Oleh karena itu, tidak heran jika pemain di posisi ini memiliki nilai transfer tinggi dan menjadi incaran klub-klub elite Eropa.
Di bawah ini, berita bola membagikan daftar 10 gelandang bertahan terbaik di dunia, yang dianggap paling konsisten, berpengaruh, dan memberikan kontribusi signifikan bagi tim mereka.
Di usia 23 tahun, banyak pemain masih dalam tahap perkembangan. Namun, Declan Rice sudah menjadi pilar utama di West Ham United dan juga tim nasional Inggris.
Sebagai gelandang bertahan, Rice dikenal memiliki kemampuan membaca permainan (game reading) yang luar biasa. Ia kuat dalam duel satu lawan satu, disiplin dalam menjaga posisi, dan memiliki distribusi bola yang akurat. Performanya di ajang internasional semakin meningkatkan reputasinya sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di Inggris.
Tak heran jika klub-klub besar seperti Manchester United sempat menunjukkan minat serius terhadapnya. Nilai pasarnya pun terus meningkat berkat konsistensi performa dan kepemimpinannya di lini tengah.

Declan Rice – West Ham United
Meski masih muda, Tchouameni sudah membuktikan diri sebagai gelandang bertahan kelas dunia. Setelah tampil gemilang bersama AS Monaco, ia direkrut Real Madrid untuk memperkuat lini tengah mereka.
Sebagai gelandang bertahan, Tchouameni memiliki fisik kuat, tekel bersih, serta kemampuan intercept yang tajam. Ia juga piawai dalam menjaga keseimbangan tim saat melakukan transisi. Keberadaannya menjadi fondasi penting dalam sistem permainan Real Madrid yang mengandalkan kontrol lini tengah dan penguasaan bola.

Aurelien Tchouameni – Real Madrid
Di bawah arahan Pep Guardiola, Rodri berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan paling komplet di dunia.
Ia dikenal dengan konsistensi performa, akurasi umpan, serta kecerdasan taktik. Meskipun bermain di posisi terdalam lini tengah, Rodri sering terlibat dalam fase menyerang dan mampu mencetak gol penting. Statistiknya dalam tekel sukses, duel udara, serta progresi bola menunjukkan betapa dominannya ia sebagai gelandang bertahan modern.

Rodri – Manchester City
Kimmich adalah contoh sempurna gelandang bertahan serba bisa. Ia mampu bermain sebagai bek kanan maupun gelandang tengah.
Dengan visi bermain yang luar biasa, kemampuan distribusi bola jarak jauh, serta kepemimpinan di lapangan, Kimmich menjadi motor penggerak Bayern Munich. Banyak pengamat bahkan membandingkannya dengan Andrea Pirlo karena kecerdasannya dalam mengatur tempo permainan.

Joshua Kimmich – Bayern Munich
Bruno Guimaraes menjadi fondasi kebangkitan Newcastle United. Sebagai gelandang bertahan, ia memiliki kombinasi agresivitas dan kreativitas.
Kemampuannya dalam merebut bola, mengatur tempo, serta membantu build-up play membuatnya sangat berpengaruh. Ia bukan hanya pemutus serangan, tetapi juga penghubung antara lini belakang dan lini depan.
Casemiro adalah simbol ketangguhan seorang gelandang bertahan. Bersama Real Madrid, ia memenangkan berbagai gelar bergengsi termasuk Liga Champions.
Sebagai gelandang bertahan, ia unggul dalam duel fisik, tekel keras namun bersih, serta kemampuan membaca arah serangan lawan. Meski sudah memasuki usia 30-an, performanya tetap stabil dan menjadi faktor penting dalam kebangkitan Manchester United.
Fabinho dikenal sebagai gelandang bertahan dengan fleksibilitas tinggi. Ia mampu bermain sebagai bek tengah ketika dibutuhkan.
Kemampuan memotong alur serangan, kontrol bola, serta distribusi umpan pendek dan panjang membuatnya menjadi elemen penting dalam sistem permainan Liverpool yang mengandalkan intensitas tinggi dan pressing agresif.

Fabinho – Liverpool
Tonali adalah representasi gelandang bertahan masa depan Italia. Ia memainkan peran kunci dalam keberhasilan AC Milan meraih gelar Serie A.
Dengan teknik tinggi, stamina prima, serta kemampuan mengontrol lini tengah, Tonali menunjukkan bahwa gelandang bertahan modern harus mampu bertahan dan menyerang secara seimbang.
Soucek dikenal dengan postur tinggi dan kekuatan duel udara. Sebagai gelandang bertahan, ia sangat dominan dalam perebutan bola dan situasi bola mati.
Kombinasinya bersama Declan Rice menjadikan lini tengah West Ham solid, baik dalam bertahan maupun saat melakukan serangan balik cepat.

Tomas Soucek – West Ham United
Wilfred Ndidi adalah salah satu gelandang bertahan paling konsisten di Premier League. Ia unggul dalam statistik tekel, intercept, serta duel defensif.
Kemampuan membaca permainan dan disiplin posisi membuatnya menjadi pelindung utama lini belakang Leicester City. Tak heran jika banyak klub besar tertarik merekrutnya.

Wilfred Ndidi – Leicester City
Posisi gelandang bertahan merupakan elemen fundamental dalam sepak bola modern. Mereka bukan sekadar pemutus serangan, tetapi juga pengatur ritme, penjaga keseimbangan tim, serta penghubung antar lini.
Dari Declan Rice hingga Wilfred Ndidi, setiap gelandang bertahan dalam daftar ini memiliki karakteristik unik—mulai dari kekuatan fisik, kecerdasan taktik, kemampuan distribusi bola, hingga kepemimpinan di lapangan.
Seiring perkembangan taktik dan intensitas permainan, peran gelandang bertahan akan semakin vital. Tim yang memiliki pemain berkualitas di posisi ini cenderung lebih stabil, solid, dan kompetitif dalam perebutan gelar. Jadi, jangan lewatkan perkembangan terbaru dunia sepak bola untuk mengetahui siapa lagi yang akan muncul sebagai gelandang bertahan terbaik generasi berikutnya.
Gaya permainan menekan? Bagaimana cara menggunakannya secara efektif?