26/02/26 21:18
Ballon d’Or merupakan penghargaan sepak bola paling bergengsi di dunia yang diselenggarakan setiap tahun di Prancis. Trofi ini diberikan kepada pemain yang menunjukkan performa terbaik sepanjang musim, baik di level klub maupun internasional. Tak heran jika setiap Pemenang Ballon d’Or tahun ini selalu menjadi pusat perhatian media, analis sepak bola, hingga komunitas penggemar global.
Penghargaan ini sering menandai masa keemasan seorang pemain. Banyak legenda muncul dari panggung Ballon d’Or, dan nama mereka akan dikenang selamanya dalam sejarah. Di bawah ini, berita bola membagikan daftar bintang yang telah mencetak sejarah sebagai pemenang penghargaan ini yang paling sering.
Dalam sejarah panjang Ballon d’Or, Lionel Messi menjadi pemain dengan koleksi trofi terbanyak, yakni tujuh gelar. Setiap kali namanya disebut sebagai Pemenang Ballon d’Or tahun ini, publik dunia hampir tidak pernah merasa terkejut karena konsistensi dan kualitasnya memang berada di level tertinggi.
Produk akademi La Masia milik Barcelona ini meraih berbagai gelar prestisius bersama klubnya, termasuk 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions (2006, 2009, 2011, 2015). Keberhasilannya tidak hanya berhenti di level klub. Bersama tim nasional Argentina, Messi memenangkan Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022—dua pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai legenda hidup sepak bola.
Dominasi Messi dalam daftar Pemenang Ballon d’Or tahun ini menjadi tolok ukur generasi emas sepak bola modern.

Lionel Messi – 7 kali
Tak lengkap membahas Pemenang Ballon d’Or tahun ini tanpa menyebut Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal ini adalah salah satu pemain paling kompetitif dan produktif sepanjang sejarah sepak bola.
Ronaldo meraih 3 gelar Premier League dan 1 Liga Champions bersama Manchester United. Setelah pindah ke Real Madrid, ia menambah 2 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions. Di level internasional, ia membawa Portugal menjuarai Euro 2016 serta tampil impresif di berbagai turnamen besar.
Persaingan antara Messi dan Ronaldo selama lebih dari satu dekade telah membentuk era emas Ballon d’Or. Setiap musim, perdebatan tentang siapa yang pantas menjadi Pemenang Ballon d’Or tahun ini selalu menghadirkan diskusi menarik di kalangan penggemar.

Cristiano Ronaldo – 5 kali
Michel Platini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Prancis. Pada era 1980-an, namanya identik dengan kreativitas dan visi bermain luar biasa.
Puncak kariernya terjadi pada musim 1984–1985 ketika ia membawa Prancis menjuarai Euro 1984 dan kemudian memenangkan Liga Champions bersama Juventus. Kehebatannya membuatnya tiga kali masuk daftar Pemenang Ballon d’Or tahun ini, sebuah pencapaian yang sangat prestisius pada zamannya.

Michel Platini – 3 kali
Johan Cruyff adalah ikon sepak bola Belanda dan pelopor filosofi Total Football. Bersama Ajax, ia memenangkan 8 gelar liga Belanda dan 3 Piala Eropa. Ia juga membawa Belanda ke final Piala Dunia 1974.
Sebagai pelatih Barcelona, ia meraih 4 gelar La Liga dan 1 Liga Champions pada 1992. Kontribusinya terhadap taktik modern menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Ballon d’Or. Tak heran jika namanya tercatat tiga kali sebagai Pemenang Ballon d’Or tahun ini.

Johan Cruyff – 3 kali
Sebagai bagian dari trio legendaris Belanda di AC Milan, Van Basten dikenal sebagai striker dengan teknik dan penyelesaian akhir yang sempurna. Ia memenangkan 4 Scudetto dan 2 Liga Champions bersama Milan.
Di level internasional, ia membawa Belanda juara Euro 1988 dan menjadi top skor turnamen tersebut. Penampilannya yang gemilang membuatnya tiga kali dinobatkan sebagai Pemenang Ballon d’Or tahun ini.

Marco van Basten – 3 Kali
Dijuluki “Der Kaiser”, Beckenbauer adalah pencipta peran libero modern. Ia meraih berbagai gelar Bundesliga dan tiga Piala Eropa bersama Bayern Munich. Bersama Jerman Barat, ia menjuarai Euro 1972 dan Piala Dunia 1974.
Sebagai pelatih, ia juga membawa Jerman menjadi juara dunia 1990. Dua kali ia masuk dalam daftar Pemenang Ballon d’Or tahun ini, menegaskan kualitasnya sebagai pemain bertahan terbaik sepanjang masa.
Ronaldo Luís Nazário de Lima, atau dikenal sebagai Ronaldo, adalah salah satu striker paling eksplosif dalam sejarah sepak bola. Ia dua kali menjuarai Piala Dunia (1994, 2002) dan menjadi top skor pada edisi 2002.
Kecepatan, teknik, dan naluri golnya membuatnya dua kali terpilih sebagai Pemenang Ballon d’Or tahun ini, sekaligus mendapat julukan “Il Fenomeno”.

Ronaldo – 2 kali
Legenda Real Madrid ini memenangkan 5 Piala Eropa dan 8 gelar liga Spanyol. Awalnya Ballon d’Or hanya diberikan kepada pemain Eropa, sehingga Di Stéfano baru bisa meraihnya setelah menjadi warga negara Spanyol.
Namanya tetap tercatat sebagai salah satu Pemenang Ballon d’Or tahun ini paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola klasik.

Alfredo Di Stéfano – 2 kali
Rummenigge adalah legenda Jerman dan Bayern Munich. Ia memenangkan Piala Eropa dan berbagai gelar domestik. Bersama tim nasional Jerman, ia menjuarai Euro 1980 dan menjadi runner-up Piala Dunia 1982 serta 1986.
Dua kali ia dinobatkan sebagai Pemenang Ballon d’Or tahun ini, memperkuat reputasinya sebagai striker elite Eropa.

Karl-Heinz Rummenigge – 2 kali
Kevin Keegan adalah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bersama Hamburg SV, ia meraih kesuksesan besar di Bundesliga dan kompetisi Eropa.
Prestasinya membuatnya dua kali menjadi Pemenang Ballon d’Or tahun ini pada 1978 dan 1979. Ia juga menjadi satu-satunya pemain Inggris yang pernah memenangkan penghargaan ini dua kali.
Daftar di atas menunjukkan betapa ketat dan bergengsinya persaingan untuk menjadi Pemenang Ballon d’Or tahun ini. Setiap nama dalam daftar bukan hanya sekadar pemain hebat, tetapi ikon yang membentuk sejarah sepak bola dunia.
Melihat dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tampaknya rekor mereka akan sulit dipecahkan dalam waktu dekat. Namun, sepak bola selalu menghadirkan generasi baru penuh talenta. Siapa yang akan menjadi Pemenang Ballon d’Or tahun ini berikutnya? Dunia akan terus menantikannya dengan penuh antusiasme.
Kejuaraan Sepak Bola U23 Asia Tenggara: Sebuah perjalanan yang penuh kebanggaan