26/02/26 21:00
Kemenangan Indonesia 5-2 atas Thailand U23 di pertandingan final di Stadion Olimpiade (Kamboja) pada malam 16 Mei membawa kemenangan bersejarah bagi tim U23 Indonesia. Mereka mengamankan medali emas berharga di turnamen Sepak bola U23 Asia Tenggara pada SEA Games ke-32. Mari kita lihat kembali sorotan turnamen ini bersama Live Skor!
SEA Games 32 berlangsung dari 5 hingga 17 Mei di Kamboja, dengan cabang sepak bola putra dimulai lebih awal pada 29 April. Dalam undian fase grup, Vietnam tergabung di grup yang dianggap berat bersama Thailand, Malaysia, Singapura, dan Laos.
Sebagai juara bertahan Sepak bola U23 Asia Tenggara setelah meraih emas di SEA Games 31, Vietnam datang dengan tekanan besar. Saat itu, tim masih berada di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo, yang sukses mempersembahkan dua medali emas beruntun.
Memasuki SEA Games 32, tongkat estafet kepelatihan beralih ke Philippe Troussier yang juga bertanggung jawab atas tim nasional senior. Perubahan ini menjadi babak baru bagi perjalanan Sepak bola U23 Asia Tenggara Vietnam.
Vietnam mulai pemusatan latihan sejak awal Maret. Mereka menjalani laga uji coba melawan klub lokal sebelum mengikuti turnamen persahabatan internasional seperti Doha Cup. Setelah itu, tim melanjutkan pemusatan latihan di Ba Ria–Vung Tau dan menjalani sejumlah laga uji tanding untuk mematangkan strategi.
Menariknya, pada edisi ini regulasi usia sedikit berbeda dengan fokus pada pemain U20 yang diperkuat tambahan tiga pemain senior. Hal ini memberi warna baru dalam dinamika kompetisi Sepak bola U23 Asia Tenggara.

U23 Vietnam Mempersiapkan Diri untuk SEA Games 32
Pada perebutan tempat ketiga Sepak bola U23 Asia Tenggara, Vietnam menghadapi Myanmar dalam laga yang berlangsung terbuka dan ofensif. Sejak menit awal, kedua tim bermain agresif dan saling menekan.
Gol pembuka lahir cepat berkat kesalahan lini belakang Myanmar yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh lini depan Vietnam. Tekanan terus dilancarkan hingga skor bertambah menjadi 2-0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Vietnam melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan. Serangan demi serangan yang terorganisir akhirnya menghasilkan gol ketiga, memastikan dominasi penuh atas pertandingan.
Myanmar sempat memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir, tetapi Vietnam tetap mengamankan kemenangan 3-1. Hasil ini memastikan medali perunggu bagi Vietnam di ajang Sepak bola U23 Asia Tenggara SEA Games 32.
Performa tersebut menunjukkan bahwa Vietnam tetap menjadi kekuatan besar di kawasan, meskipun gagal mempertahankan gelar.

Sepak Bola U23 Asia Tenggara – Vietnam Raih Medali Perunggu
Final Sepak bola U23 Asia Tenggara mempertemukan dua rival klasik: Indonesia dan Thailand. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan tensi emosional yang terus meningkat.
Indonesia tampil percaya diri sejak awal dan berhasil unggul 2-0 di babak pertama. Keunggulan tersebut memberikan momentum besar bagi skuad asuhan Indra Sjafri.
Namun Thailand tidak menyerah begitu saja. Mereka memperkecil ketertinggalan dan bahkan menyamakan skor menjelang akhir waktu normal setelah terjadi kesalahpahaman di kubu Indonesia saat tambahan waktu diumumkan.
Insiden kecil memicu ketegangan di pinggir lapangan yang sempat membuat pertandingan terhenti beberapa menit. Kedua tim menerima kartu merah akibat keributan tersebut.
Memasuki babak perpanjangan waktu, Indonesia kembali menunjukkan mental juara. Mereka mencetak gol tambahan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Thailand harus bermain dengan delapan orang akibat kartu merah.
Pada akhirnya, Indonesia memastikan kemenangan 5-2 dan resmi menjadi juara Sepak bola U23 Asia Tenggara SEA Games 32. Gelar ini mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun untuk kembali meraih emas di ajang regional.

Sepak Bola U23 Asia Tenggara: Indonesia Raih Emas SEA Games 32
Perjalanan SEA Games 32 menjadi bukti bahwa Sepak bola U23 Asia Tenggara terus berkembang dari segi kualitas, intensitas, dan daya saing. Indonesia berhasil memanfaatkan momentum kebangkitan generasi muda mereka untuk meraih emas yang sangat dinantikan.
Sementara itu, Vietnam tetap menunjukkan konsistensi sebagai kekuatan utama kawasan, dan Thailand membuktikan mental kompetitif meski harus puas sebagai runner-up.
Keberhasilan Indonesia di ajang Sepak bola U23 Asia Tenggara bukan hanya soal medali emas, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola nasional. Kompetisi ini semakin mempertegas bahwa pembinaan usia muda menjadi fondasi penting bagi masa depan sepak bola Asia Tenggara.
Mari kita nantikan edisi berikutnya dan melihat bagaimana peta persaingan Sepak bola U23 Asia Tenggara akan terus berubah, menghadirkan talenta-talenta baru yang siap bersinar di level internasional.